Beranda
Restoran
Supplier
Blog
jay-wennington-N_Y88TWmGwA-unsplash

Apakah Full Course Meal yang Sedang Tren, dan Apa Kelebihannya?

Mengenali tradisi penyajian hidangan ala Eropa serta kaitannya dalam pemenuhan nutrisi

Oleh: Akib Aryou

Apabila Anda hendak memulai bisnis restoran fine dining, tentu Anda pernah mendengar istilah “full course meal.” Istilah ini cukup awam bagi masyarakat Indonesia karena ini adalah tradisi jamuan Eropa. Meskipun demikian, full course meal mulai populer di Indonesia, sehingga sajian ini bisa menjadi pilihan pengembangan bisnis F&B Anda.

Full course meal mengacu kepada jamuan yang terdiri dari beberapa set menu. Berbeda dari tradisi jamuan Indonesia yang menyajikan seluruh hidangan di satu waktu, full course meal menyajikan hidangan secara bertahap.

Jamuan dimulai dengan hidangan pembuka (appetizer) yang lebih ringan, berlanjut ke hidangan yang lebih berat dan kaya cita rasa, sebelum diakhiri dengan hidangan penutup (dessert) yang manis. Rata-rata, jamuan ini dapat mencakup dari 2-3 hidangan hingga 12 hidangan.

Jenis-jenis hidangan dalam full course meal

Hors d’oeuvre

Hidangan ini biasa disajikan untuk menemani kedatangan tamu atau saat waktu cocktail sebelum mulai masuk ke makan malam. Biasanya makanan ringan yang disajikan berbentuk finger food yang cukup kecil untuk dibawa dengan tangan. Misalnya, gorengan atau keripik dengan topping.

Amuse-bouche

Berasal dari Bahasa Prancis yang berarti “penggembira mulut,” amuse-bouche berfungsi untuk merangsang rasa lapar dengan memperkenalkan cita rasa yang akan disajikan dalam hidangan selanjutnya. Misalnya, sup yang disajikan dalam gelas sloki kecil.

Sup

Sup berfungsi menghangatkan perut tamu sebelum masuk ke sajian utama (main course). Biasanya sup dipilih dari panen musim tersebut. Sebaiknya sup dibuat ringan agar tamu tidak terlalu kenyang. Misalnya, sup labu pada saat musim gugur.

Appetizer

Kadang-kadang disebut “entrée,” fungsi makanan pembuka adalah memperkenalkan main course dalam porsi yang lebih kecil. Berbeda dari hors d’oeuvre, appetizer disajikan dalam piring kecil yang khusus. Misalnya, tumisan sayur yang dimasak hingga terkaramelisasi.

Salad

Salad adalah ragam potongan sayur mentah dengan saus dressing. Salad dapat disajikan setelah main course. Misalnya, salad Thailand dengan saus kacang.

Ikan

Hidangan dari ikan dipisahkan dari main course karena fungsinya adalah memberikan sajian kaya cita rasa namun dengan protein yang ringan. Misalnya, salmon panggang.

Main course pertama

Dalam 12-course meal, main course pertama biasanya merupakan sajian dari daging putih seperti ayam, bebek, atau kalkun.

Pencuci mulut

Fungsi pencuci mulut, seperti namanya, adalah untuk membersihkan lidah dari rasa-rasa sebelumnya, untuk menyiapkan tamu ke sajian selanjutnya. Misalnya, sorbet buah.

Main course kedua

Apabila main course pertama adalah daging putih, main course kedua biasanya adalah daging merah seperti sapi atau domba.

Sajian keju

Dikenal juga sebagai charcuterie, hidangan ini terdiri dari beberapa jenis keju untuk camilan setelah makan. Kuncinya adalah memilih jenis keju dengan tekstur dan kekuatan rasa yang berbeda. Sajian ini disantap bersama biskuit atau roti dan condiments atau pendamping dari rasa yang berbeda, misalnya selai manis untuk mendampingi keju yang gurih.

Dessert

Hidangan penutup secara umum bercita rasa manis dan terbuat dari bahan-bahan yang mewah. Anda dapat menunjukkan keahlian memasak Anda lewat dessert. Dessert disajikan bersama minuman pendamping seperti kopi atau anggur. Misalnya, cake cokelat atau tart buah.

Mignardise

Mignardise adalah camilan manis dalam ukuran sekali lahap. Fungsinya adalah untuk mengenyangkan perut dan lidah. Hidangan ini dapat didampingi kopi atau teh, maupun pilihan alkohol seperti brandy atau scotch. Misalnya adalah macaron kecil atau potongan cokelat.

Memilih hidangan yang disajikan

Dengan pilihan hidangan yang begitu banyak, tentu Anda tidak harus menyajikan seluruh 12-course dalam menu Anda. Anda dapat memilih banyak sajian yang hendak Anda hidangkan. Pertimbangan utama dalam pemilihan menu adalah waktu yang Anda rencanakan untuk sekali jamuan dan biaya yang diperlukan untuk seluruh penyajian.

Tiap jumlah memiliki pasangan hidangan yang disajikan serta urutan penyajiannya sendiri, untuk memastikan bahwa tamu Anda memiliki pengalaman bersantap yang paling memuaskan.

  • 3 course: Appetizer, main course, dan dessert.
  • 4 course: Hors d'oeuvre, appetizer, main course, dan dessert.
  • 5 course: Hors d'oeuvre, appetizer, salad, main course, dan dessert.
  • 6 course: Hors d'oeuvre, sup, appetizer, salad, main course, dan dessert.
  • 7 course: Hors d'oeuvre, sup, appetizer, salad, main course, dessert, dan mignardise.
  • 8 course: Hors d'oeuvre, sup, appetizer, salad, main course, pencuci mulut, dessert, dan mignardise.
  • 9 course: Hors d'oeuvre, sup, appetizer, salad, ikan, main course, pencuci mulut, dessert, dan mignardise.
  • 10 course: Hors d'oeuvre, sup, appetizer, salad, ikan, main course, pencuci mulut, main course kedua, dessert, dan mignardise.
  • 12 course: Hors d'oeuvre, amuse-bouche, sup, appetizer, salad, ikan, main course pertama, pencuci mulut, main course kedua, sajian keju, dessert, dan mignardise.

Jangan lupa untuk memastikan jeda waktu yang cukup dari hidangan satu ke hidangan lain sehingga tamu memiliki cukup waktu untuk menikmati hidangan.

Memastikan nutrisi dalam full course meals

Salah satu keunggulan main course meals adalah Anda dapat memastikan kebutuhan nutrisi tamu Anda terpenuhi dalam sekali sajian. Ini dapat menjadi salah satu penawaran bagi bisnis F&B Anda. Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk memastikan ketercukupan nutrisi hidangan main course meals Anda:

Pastikan kesegaran bahan

Full course meal biasanya dimasak langsung pada saat jamuan berlangsung. Pastikan bahwa Anda menggunakan bahan baku yang segar untuk memastikan kualitas terbaik bagi hidangan Anda. Anda dapat memesan bahan baku segar sebelumnya untuk menghemat waktu dan biaya sebelum mulai memasak makanan tersebut, misalnya dengan memesan panen segar di sini.

Bahan makanan yang berwarna-warni

Salah satu kunci dari menu yang sehat adalah warna. Yang dimaksud dengan warna adalah, Anda menggunakan bahan alami dengan berbagai warna, misalnya sayuran hijau, buah-buahan, dan berbagai jenis daging dalam sekali sajian.

Pilihan bahan makanan yang lebih sehat

Selain untuk menjaga kesehatan, pilihan makanan yang lebih sehat juga menghindarkan tamu Anda dari rasa kekenyangan terlalu cepat. Hindari lemak jenuh dan lemak trans, garam berlebihan, serta pilih pemanis alami sebagai pengganti gula. Misalnya, ganti susu skim dengan susu rendah lemak serta hindari banyak sajian gorengan (deep-fried).

Bagaimana? tertarik untuk menyajikan full course meal dalam menu Anda? Anda dapat memelajari sajian ini dan menerapkannya dalam menu Anda sekarang. Salah satunya, dengan memastikan keragaman bahan-bahan segar pilihan. Anda bisa klik link berikut untuk mendapatkan bahan makanan segar yang didatangkan langsung ke dapur Anda. Selamat mencoba!

Ikuti kami

InfoAboutCareersFAQ

Hubungi kami

Jalan Raya Tajem No 32, Maguwoharjo, Sleman, D.I. Yogyakarta, Indonesia 55281
cs@damogo.co.kr+62 812 2600 4100

Download DamoGO app

Google play badgeApp store badge

© Copyright 2021 PT. Solusi Cerdas Nusantara. All Rights Reserved