Beranda
Restoran
Supplier
Blog
2021-12 Header Gaby

Employee Feature: Gaby, Community Relations Officer DamoGO

Pengalaman internship di DamoGO ternyata justru membuka kesempatan bagi Gabriella Bages Putri untuk melesat di startup ini.

Oleh: Marketing DamoGO

Bagi banyak mahasiswa, internship atau magang di sebuah perusahaan adalah kesempatan untuk mengetahui dinamika pekerjaan yang diidamkan. Akan tetapi, hal lain ketika pengalaman internship justru membuka kesempatan berkarir di perusahaan tersebut. Gabriella Bages Putri atau akrab disapa Gaby, Community Relations Officer DamoGO, adalah salah satu kisah sukses internship di DamoGO. Ia memulai perjalanan bersama DamoGO sebagai intern pada tahun 2020 dan pada akhir masa magangnya langsung direkrut menjadi karyawan full time hingga sekarang.

Diawali Keinginan Menjajal Dunia Startup

Gaby memang selalu ingin terjun ke dalam industri startup. “Sejak awal saya memang mengincar internship di salah satu startup,” jelasnya. Oleh karena itu, dalam program internship yang menjadi syarat kelulusan kampusnya, ia langsung mencari kesempatan untuk magang di startup. Melalui akun Instagram salah satu coworking space di Yogyakarta, Gaby menemukan DamoGO. Ia segera tertarik dengan visi DamoGO dalam menangani food waste.

“Saya memberanikan diri menghubungi Mas Farras [_co-founder DamoGO—_red.] melalui DM Instagram. Saat itu saya menjelaskan ketertarikan saya dan menanyakan kesempatan internship. Pada awalnya saya diberitahu jika DamoGO belum membuka kesempatan internship, namun saya diminta mengirimkan CV jika sewaktu-waktu DamoGO membuka internship maka akan menghubungi saya,” tambah Gaby.

Tidak lama, Gaby dihubungi untuk mengikuti seleksi internship sebagai Digital Marketing Intern. Pada tanggal 21 Agustus 2020, Gaby resmi bergabung menjadi tim DamoGO, sebuah momen yang kemudian mengawali perjalanan panjangnya dalam perusahaan ini.

Memulai Sebagai Intern, Melesat Sebagai Full-Timer

Berbeda dari banyak internship, Gaby langsung disuguhi berbagai pekerjaan sebagai bagian dari tim secara langsung. Ia memegang secara langsung pekerjaan yang berhubungan dengan copywriting dan manajemen key opinion leader atau yang populer disebut influencer. Dengan terjun langsung, ia memelajari bahwa praktik lebih kompleks.

“Saya jadi paham bagaimana penulisan konten perlu menyesuaikan tone of voice, brand guidelines, isi konten juga perlu menyesuaikan jenis konten, baik informatif, edukasi, fun, brand knowledge dan sebagainya… Saya juga belajar bagaimana berkomunikasi dengan pihak eksternal perlu penyesuaian karakter juga. Kapan harus formal, kapan harus semi-formal, kapan harus informal?”

Hal ini rupanya sesuai dengan teori di kampus, sehingga Gaby bisa menyelaraskan pembelajaran dengan tugas-tugas selama intern. “Saya jadi memiliki pengalaman yang riil atau bisa praktek langsung dari apa yang sudah pernah dipelajari secara teori di bangku kuliah,” ujarnya. “

Bagi Gaby, semua itu tentu tidak luput dari dukungan timnya selama ia magang di sana. “Tim selama internship, orang-orangnya suportif. Jadi dari saya pribadi enggak sungkan juga buat nanya. Setiap bingung atau gak ngerti bisa langsung nanya via chat atau telpon karena kondisi sewaktu intern kasus covid lagi tinggi, jadi kerjanya banyak remote atau WFH,” kata Gaby menjelaskan.

Kinerja Gaby tersebut ternyata tidak luput dari perhatian atasannya. Atasan yang banyak mengarahkan Gaby selama magang sangat terkesan dengan performanya, sehingga segera merekomendasikan Gaby untuk dilanjutkan sebagai karyawan penuh waktu (full-timer). Ia ditawari posisi Community Relations yang berada di departemen yang sama tempatnya magang, untuk mengakomodasi kemampuan serta menambah pengalaman Gaby.

“Pada awalnya saya agak ragu-ragu mengingat saat itu status saya masih mahasiswa dan belum menyandang gelar sarjana,” jelas Gaby. “Tetapi, Tim DamoGO meyakinkan saya bahwa saya layak dan Tim menilai saya bukan dari gelar melainkan dari proses kerja dan hasil yang saya berikan selama Internship.”

Akhirnya, Gaby mengambil tawaran tersebut. Setelah internship-nya selesai di bulan November 2020, Gaby melanjutkan kontrak sebagai Community Relations Officer. Tugas utamanya adalah membangun dan menjaga relasi dengan pihak eksternal, terutama media, komunitas, dan partner. Mengapa Gaby tertarik dengan posisi ini? “Berelasi dengan berbagai pihak bisa menambah networking, teman, membuka pikiran, dan bisa paham karakter orang yang berbeda-beda. Seru dan menantang menurut saya, hehehe…”

Memulai karir sebagai intern ternyata membantu Gaby dalam beradaptasi ke posisinya yang baru. Ia merasa bahwa sebagai intern, ia dibimbing untuk mengenali minat dan bakatnya sendiri. “Lewat internship, saya bisa sembari masih dibimbing dan meraba-raba sebetulnya kemampuan dan minat saya lebih ke ranah pekerjaan yang mana,” ujarnya. Pengalaman selama internship memperkenalkannya dengan dinamikan pemasaran yang membantunya mengenali bakat dalam membangun relasi dengan komunitas. “Jadi bekal saya cukup banyak sebelum kemudian difokuskan ke satu hal yang memang saya lebih all in di bidang tersebut,” ujar Gaby.

Apakah menjadi tim termuda di DamoGO menjadi tantangan tersendiri dalam bekerja? Nyatanya, tidak. Gaby merasa bahwa ia tidak merasa dibedakan dan tetap dihargai seperti semua tim DamoGO lainnya. “Tim DamoGO tidak membeda-bedakan usia dan bisa tetap menghargai yang lebih muda. Sebagai yang termuda juga saya merasa tetap didengar ketika berpendapat atau memberi masukan. Siapapun yang berpendapat sangat dibebaskan dan keputusan yang diambil sesuai hasil diskusi bersama.”

Nekat Mengambil Tantangan Dalam Project Besar

Demikian besar ruang bermain yang diberikan kepada Gaby, hingga ia bahkan ditawari untuk mengampu sebuah proyek besar. Salah satu tugas Community Relations Officer adalah merealisasikan kolaborasi dengan berbagai komunitas dalam bentuk event. Tidak dinyana, setahun setelah bergabung, ia dihadapkan dengan project besar perdana DamoGO: Jamuan Rasa, peluncuran aplikasi DamoGO yang mengundang stakeholders penting industri pangan di Yogyakarta dan sekitarnya.

Apakah Gaby sempat takut untuk memegang event tersebut? Ternyata, tidak—justru, ialah yang mengajukan diri untuk memegang event tersebut. “Memang suka tantangan aja, sih_,_ anaknya. Jadi ngide request mengajukan diri untuk ambil bagian di Jamuan Rasa,” jawabnya dengan santai. Gaby merasa Jamuan Rasa banyak melibatkan pihak eksternal sehingga menjadi momentum yang pas untuk menambah pengalaman sesuai minatnya.

Benar bahwa Jamuan Rasa menjadi tantangan tersendiri bagi Gaby. Selain bahwa acara ini melibatkan pihak eksternal untuk berkolaborasi bersama, tantangan terbesarnya terletak kepada situasi pandemi COVID-19 dan kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Saat itu sempat maju atau mundur pelaksanaannya karena dari Tim DamoGO juga banyak mempertimbangkan kondisi PPKM dan mengutamakan kesehatan serta keselamatan semua pihak,” tuturnya. “Akhirnya saya bersama Tim mencari solusi dengan menerapkan betul protokol kesehatan. Kami berkolaborasi dengan berbagai pihak lagi untuk support bagian-bagian yang berkaitan dengan protokol Kesehatan.”

Gaby menyiapkan sejumlah protokol kesehatan ekstra. Misalnya, bekerja sama dengan klinik kesehatan ternama di Yogyakarta sehingga semua tamu mendapatkan fasilitas swab antigen gratis, vendor masker dan hand sanitizer untuk membagikan medical kit gratis. “Kami juga membatasi jumlah tamu dengan sistem RSVP, serta memastikan acara tidak berlangsung lama dan tetap dengan standar protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.”

Semua persiapan ini memastikan Jamuan Rasa berjalan dengan lancar dan aman. Kedatangan tamu dalam acara ini mencapai lebih dari 75% undangan yang disebarkan kepada rekan-rekan bisnis kuliner, bisnis supplier, dan media di Yogyakarta dan nasional. Pun, bagi Gaby, ada pencapaian lain yang berkesan baginya secara personal. “Dari sini saya mendapatkan pengalaman berharga yang bisa jadi pembelajaran buat saya ke depannya saat merancang dan mengeksekusi event,” tambahnya.

Harapan dan Pesan

Ketika banyak program internship serupa kurang mengembangkan bakat peserta, Gaby justru berhasil melesat dan berkembang pesat lewat internship di DamoGO. Memulai karir sebagai magang, kini Gaby menjadi tim penuh waktu yang berhasil menorehkan prestasi tersendiri di DamoGO.

Bagi Gaby, DamoGO memberinya kesempatan untuk untuk berkembang karena visi dan misi yang dibawa perusahaan ini berbeda dengan perusahaan serupa. Hal ini membantunya mengembangkan bakat dalam pengembangan relasi. “Karena value yang dibawa DamoGO bisa membawa manfaat buat banyak pihak, dari situ saya bisa membuka kesempatan berkolaborasi dengan pihak eksternal,” kata Gaby.

Tentu, karir Gaby di DamoGO masih panjang. Gaby bermimpi bahwa DamoGO bisa membawanya mencapai cita-citanya di masa depan. “Harapan ke depan, saya bisa menjadi profesional di bidang relasi ini,” tutupnya. Tidak sabar untuk melihat sepak terjang Gaby lebih jauh lagi di masa depan!

Ikuti kami

InfoAboutCareersFAQ

Hubungi kami

Jalan Raya Tajem No 32, Maguwoharjo, Sleman, D.I. Yogyakarta, Indonesia 55281
cs@damogo.co+62 812 2600 4100

Download DamoGO app

Google play badgeApp store badge

© Copyright 2021 PT. Solusi Cerdas Nusantara. All Rights Reserved