Beranda
Restoran
Supplier
Blog
DSC09408 (Edit)-min

Hakosuka Sushi, Menyajikan Nuansa dan Rasa

Menghidangkan pengalaman bersantap yang terkonsep menjadi kunci Hakosuka Sushi dalam menggarap pasar street food.

Oleh: Akib Aryou

Cahaya dari tenda-tenda biru menerangi temaram Jalan Kaliurang selepas hujan. Ruas jalan di Yogyakarta ini memang ramai oleh bisnis yang menjajakan street food kaki lima. Yang menarik, di antara warung-warung dengan kuliner Nusantara, terselip satu tenda yang menawarkan menu berbeda—Hakosuka Sushi, dengan sajian street food ala Jepang-nya.

Mengapa Hakosuka Sushi berani menjajakan sajian street food yang berbeda? Dalam wawancara DamoGO dengan salah satu owner Hakosuka Sushi, Larasestu Hadisumarinda, Laras mengungkapkan pentingnya menghadirkan street food yang terkonsep lewat rasa dan nuansa.

Konsep dalam Rasa dan Nuansa

Laras memang bukan pemain baru dalam kuliner street food. Ia sebelumnya telah berpengalaman merintis sebuah bisnis serupa di Yogyakarta. Tahun ini, Laras dan rekannya, Aslam, memutuskan bernaung di bawah bendera Hakosuka secara mandiri. Setelah membuka sebuah outlet warung ramen di Jl. C. Simanjuntak, mereka mengembangkan produk ke sushi dengan konsep street food.

Apabila street food cenderung identik dengan jajanan sederhana, Laras menolak hal tersebut. Bagi Laras, justru kunci kesuksesan street food terletak dalam konsep sajian dan nuansa yang ditawarkan.

Rasa adalah komponen utama yang tidak bisa dikompromi. Laras menggarisbawahi hal ini sebagai kunci mendapatkan loyalitas konsumen. Menurut Laras, selera konsumen makin lama akan makin teredukasi. Pada titik tersebut, konsumen akan kembali ke sajian yang mereka anggap lezat. “Istilahnya, lidah tidak bisa bohong,” ujarnya.

Menu yang ditawarkan oleh Hakosuka Sushi memang tidak seperti street food pada umumnya yang menekankan kepraktisan penyajian. Sajian sushi yang ditawarkan bervariasi, mulai dari isian dan topping matang yang umum disukai masyarakat, hingga isian dan topping mentah yang lebih niche. Hakosuka Sushi pun menggunakan berbagai teknik menggulung (roll) untuk sushi mereka, misalnya nigiri, maki, dan urumaki. Menariknya, Hakosuka Sushi berani untuk mengunggulkan sushi tradisional. “Arah kami memang ke tradisional. Meskipun ada fusion-nya juga, tetapi tidak terlalu fokus ke sana,” jelasnya.

Sedangkan nuansa adalah faktor untuk menarik pelanggan. Laras lewat Hakosuka Sushi fokus untuk menggarap street food yang terkonsep baik. Poin yang ditawarkan adalah otentisitas layanan—Laras bertekad untuk menghadirkan nuansa yang mirip dengan negara asal street food yang disajikan.

Hakosuka Sushi sendiri, misalnya, menghadirkan konsep omakase yang menyajikan santapan secara langsung dengan bar terbuka. Omakase gampang ditemui di Jepang, tetapi di Indonesia cenderung dihadirkan oleh tempat makan yang high end. Inilah tembok yang berusaha didobrak oleh Hakosuka Sushi. “Kami ingin membawa omakase ke level street food, sehingga tidak perlu reservasi mahal-mahal untuk bisa melihat sajian sushi seperti di Jepang,” jelas Laras.

Pengunjung dapat menyaksikan secara langsung cara pembuatan sushi. Seluruh karyawan memakai masker dan sarung tangan untuk menjaga kebersihan, bahan makan yang digunakan pun tersimpan rapi dalam kotak-kotak kayu tradisional. Ini menjadi daya tarik tersendiri karena pengunjung bisa merasakan pengalaman omakase seperti di Jepang.

Menyajikan street food Jepang yang otentik membuat Laras tidak berani menggadaikan kualitas. Ia bersedia repot-repot mencari pemasok bahan baku seafood dari luar kota dan mengustomisasi perabotan kaki limanya dari pengrajin kayu jati. Laras juga memilih untuk membuka cabang sebagai strategi bisnis untuk memastikan bahwa kualitas produk dan brand terkontrol dengan baik.

Pengembangan Menu Sebagai Strategi

Berbicara mengenai strategi, Laras menjelaskan bahwa kunci kesuksesan bisnis street food berada dalam riset yang kontinyu. Laras menyatakan bahwa penting untuk menggunakan 6-12 bulan pertama untuk mencoba seluruh strategi yang memungkinkan. Kegagalan di bulan-bulan pertama sangat wajar; justru, melalui trial and error, bisnis akan mengetahui keunggulan mereka.

Dalam mengembangkan Hakosuka Sushi, Laras berfokus kepada pengembangan menu yang indepth (mendalam). Ia memulai dengan konsep takeaway untuk menguji menu yang ditawarkan. Baru, setelah terbukti diminati, Laras memberanikan diri /membuka outlet untuk dine-in.

Laras sendiri tidak bermain-main dalam mengembangkan menunya. Ia akan menguji rasa dan kualitas produknya hingga ke detail terkecil. Oleh karena itu, Laras mengutamakan tasting test untuk menu yang akan ia keluarkan. Laras akan mengundang kenalan dari industri kuliner dan teman-teman terdekatnya untuk menguji kecocokan menu dengan selera pasar. Laras pun tidak segan untuk tweaking menunya sesuai dengan hasil dari tasting test.

“Untuk test rasa, karena aku dan Aslam sangat rewel dan parnoan, takut tidak bisa memberikan yang terbaik, biasanya kami akan tweaking terus agar selalu relevan di pasar,” paparnya.

Salah satu contohnya adalah riset untuk bahan utama sushi: nasi. Berbeda dari asumsi banyak orang, nasi untuk sushi memerlukan beras khusus yang diolah dengan bumbu tertentu untuk menghasilkan rasa yang khas. Menemukan jenis beras yang menghasilkan nasi yang sesuai dengan selera pasar memerlukan riset yang mendalam. “Trial-nya berkali-kali untuk mendapatkan takaran yang pas,” jelas Laras.

Usaha Laras menghasilkan pencapaian yang tidak main-main. Laras memaparkan bahwa Hakosuka telah berhasil mencapai target empat kali lipat lebih tinggi dari bisnis sushi yang ia pegang sebelumnya. Omzet harian empat kali lebih besar daripada opening pertama dulu. “Omzetnya sudah sama, on par, ideal di masa pandemi. Selama satu bulan berjalan, Hakosuka Sushi selalu full seat, bahkan hingga pengunjung mengantre,” jelas Laras. Ia optimis menargetkan akan BEP dalam dua-tiga bulan ke depan.

Apa pesan Laras untuk bisnis yang ikut memasuki pasar street food? “Yang paling penting dua itu: jangan kompromosi rasa, gunakan konsep yang lucu dan bagus… Dan jangan menyerah,” tambahnya.

Ikuti kami

InfoAboutCareersFAQ

Hubungi kami

Jalan Raya Tajem No 32, Maguwoharjo, Sleman, D.I. Yogyakarta, Indonesia 55281
cs@damogo.co.kr+62 812 2600 4100

Download DamoGO app

Google play badgeApp store badge

© Copyright 2021 PT. Solusi Cerdas Nusantara. All Rights Reserved