Beranda
Restoran
Supplier
Blog
Weblog

Startup yang Peduli Terhadap Food Waste, Salah Satunya Ada di Indonesia!

Limbah pangan adalah salah satu masalah terbesar di dunia. Startup ini berusaha menanganinya.

Oleh: Akib Aryou

Anda tentu pernah mendengar istilah food waste. Food waste atau limbah pangan adalah buangan yang dihasilkan dari proses produksi pangan. Limbah pangan dikategorikan menjadi dua jenis yaitu food loss (limbah makanan mentah yang dihasilkan pada proses produksi hulu seperti pertanian) dan food waste (limbah makanan yang berasal dari makanan layak konsumsi yang dihasilkan pada proses produksi di hilir seperti restoran). Diperkirakan bahwa 30% produksi pangan terbuang menjadi limbah pangan di seluruh dunia, baik akibat proses yang kurang efisien maupun konsumsi yang berlebihan. Hal ini tentu menjadi masalah di tengah banyaknya masyarakat yang menghadapi bencana kelaparan di berbagai belahan dunia.

Tentu, adanya masalah turut mengundang sejumlah pihak untuk memberikan solusi. Salah satunya adalah komunitas startup teknologi. Terdapat sejumlah startup teknologi yang berusaha memecahkan masalah food waste di dunia, termasuk di Indonesia. Apa saja startup ini?

ResQ Club

ResQ Club adalah startup asal Finlandia yang menghubungkan restoran, kafe, dan ritel ramah lingkungan dengan konsumen. Startup ini dibentuk pada tahun 2015 oleh lima orang: Antti Sykäri, Janne Käki, Marko Rintamäki, Matias Piiparinen, dan Tuure Parkkinen. Berbasis di Helsinki, Finlandia, ResQ Club memiliki jangkauan operasi di negara-negara Eropa Utara.

Dengan misi mengurangi food waste hingga nol, aplikasi berbasis mobile dan web yang ditawarkan ResQ Club membantu konsumen menemukan makanan berkualitas dengan potongan harga di sekitar mereka. Bisnis dapat menawarkan kelebihan makanan secara real-time melalui aplikasi mereka. Konsumen dapat memilih penawaran terdekat lewat peta dalam aplikasi ResQ Club.

Dengan pendekatan berbasis komunitas alih-alih wilayah yang lebih luas seperti kota, ResQ Club telah mengembangkan operasi hingga ke 30 komunitas di Finlandia, Swedia, dan Jerman, bekerja sama dengan 1.000 rekan bisnis dan memiliki 10.000 pengguna aktif. Tidak tanggung, tiap bulan ResQ Club dapat menyelamatkan makanan setara dengan 167 ton karbon atau 220 penerbangan dari Helsinki ke New York!

Too Good To Go

Too Good To Go pertama kali dibentuk di Denmark pada tahun 2015 oleh Brian Christensen, Thomas Bjørn Momsen, Stian Olesen, Klaus Bagge Pedersen, and Adam Sigbrand. Too Good To Go memiliki empat pilar komunitas yaitu rumah tangga sebagai konsumen akhir, kerja sama dengan bisnis kuliner, edukasi ke sekolah, dan pembentukan kebijakan oleh pemerintah.

Pengguna dapat menyelamatkan “magic box” berisi kelebihan makanan dari restoran di sekitar mereka. Berbeda dari ResQ Club, menu dalam magic box ditentukan oleh restoran sehingga restoran bisa memaksimalkan seluruh produksi harian; pengguna akan mendapatkan kejutan saat menerima kotaknya. Sebagai gantinya, untuk membantu konsumen memilih, terdapat beberapa kategori magic box seperti menu vegetarian dan bakery.

Startup ini telah berkembang ke 14 negara di Eropa dan Amerika Serikat dan kini berbasis di London, Inggris. Mereka telah bekerja sama dengan lebih dari 38.000 rekan bisnis yang tersebar di jangkauan pasar mereka. Untuk bergabung dengan Too Good To Go, restoran akan perlu membayar langganan tahunan dan membayarkan sejumlah komisi untuk tiap porsi yang terjual. Sebagai gantinya, bisnis tersebut akan mendapatkan pendampingan langsung dari tim Too Good To Gountuk meningkatkan performa penjualan mereka.

Oddbox

Oddbox dibentuk oleh suami-istri Deepak Ravindran dan Emilie Vanpoperinghe pada tahun 2016. Layanan business-to-consumer (B2C) ini mengantarkan panen imperfect kepada konsumen, yaitu produk segar yang tidak lolos standar supermarket karena terlalu besar, terlalu kecil, atau berbentuk aneh. Berbasis di London, Inggris, Oddbox telah berhasil menyelamatkan 12.800 sayur dan buah imperfect.

Oddbox bekerja sama dengan petani secara langsung untuk menyelamatkan hasil panen imperfect. Hal ini membantu petani menjual produk secara efisien dan memotong proses yang dapat menyebabkan terbuangnya bahan makanan. Pengguna tidak dapat memilih produk satu persatu karena suplai bergantung kepada kelebihan panen petani. Sebagai gantinya, pengguna dapat memilih kotak paket untuk diantarkan tiap minggu, misalkan terdiri dari sayur, buah, atau sayur dan buah.

Meskipun harganya relatif lebih mahal, keunggulan Oddbox adalah semua produk ini didapatkan segar dan gratis biaya ongkir. Apabila ada bahan makanan yang tidak terjual tiap minggu, Oddbox akan mendonasikan bahan makanan tersebut ke organisasi nonprofit.

DamoGO

DamoGO dibentuk pada tahun 2017 oleh Muhammad Farras dan Lin Hwang di Seoul, Korea Selatan. Menariknya, apabila startup sebelumya berada di luar negeri, startup satu ini bisa ditemukan di Indonesia! DamoGO mulai beroperasi di Indonesia sejak tahun 2020 dan berbasis di Yogyakarta, Indonesia.

Berbeda dari startup lain, meskipun DamoGO bermula sebagai sebuah layanan B2C, kini layanan mereka berfokus kepada business-to-business (B2B) untuk membantu bisnis yang bergerak di industri pangan mengefisiensikan dapur mereka. Aplikasi berbasis mobile dan web DamoGO membantu komunikasi supplier dan restoran terkait pembelian bahan baku makanan dalam satu aplikasi agar lebih tertata rapi. Sehingga, baik supplier maupun restoran tidak lagi bingung melacak pesanan maupun invoice.

Menariknya, DamoGO juga memiliki layanan suplai bahan makanan yang memasok panen segar seperti sayur, buah, hingga daging. Layanan yang disebut Waroong by DamoGO ini juga menyediakan imperfect produce. Berbeda dari startup serupa sebelumnya, DamoGO menjual imperfect dengan harga lebih terjangkau dan tetap bebas biaya ongkir.

Berbeda dari aplikasi-aplikasi lain, saat ini bisnis tidak dipungut biaya untuk menggunakan aplikasi DamoGO alias gratis! Untuk mendaftar, bisnis restoran dan supplier dapat menghubungi DamoGO melalui e-mail di cs@damogo.co atau dengan klik link berikut untuk restoran atau supplier.

Itu tadi adalah beberapa startup yang peduli terhadap food waste di seluruh dunia. Melawan limbah pangan tidak hanya membantu lingkungan dalam jangka panjang, tetapi juga mendukung bisnis dalam meningkatkan penjualan dan menekan biaya. Meskipun kebanyakan berada di luar negeri, tetapi sudah ada startup seperti DamoGO yang beroperasi di Indonesia. Anda dapat mengikuti link berikut untuk segera meningkatkan keuntungan bisnis sekaligus branding Anda dalam menyelamatkan bumi.

Mari, ciptakan rasa, bukan sisa!

Ikuti kami

InfoAboutCareersFAQ

Hubungi kami

Jalan Raya Tajem No 32, Maguwoharjo, Sleman, D.I. Yogyakarta, Indonesia 55281
cs@damogo.co.kr+62 812 2600 4100

Download DamoGO app

Google play badgeApp store badge

© Copyright 2021 PT. Solusi Cerdas Nusantara. All Rights Reserved