Beranda
Restoran
Supplier
Blog
Tips Adaptasi untuk Bisnis F&B Menghadapi Perubahan Pasca Pandemi COVID-19

Tips Adaptasi Bisnis F&B untuk Menghadapi Perubahan Pasca Pandemi COVID-19

Apakah Anda pelaku bisnis F&B yang sedang mencari cara untuk kembali bangkit pasca pandemi COVID-19? Maka Anda perlu memperhatikan langkah Anda ke depan. Simak tips-tips untuk bisnis F&B Anda pada artikel berikut.

Oleh: Marketing DamoGO

Hasil penelitian Big Data 2020 dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan penjualan online di Indonesia di masa pandemi periode Februari hingga Juli 2020 meningkat tajam. Dari total transaksi penjualan online, kategori yang jadi favorit masyarakat adalah bahan makanan sebanyak 51 persen, disusul produk kesehatan mencapai 20 persen. 

Sementara itu, sektor F&B juga mampu mencatat tingkat pertumbuhan year-on-year yang positif sebesar 3,94% dan 0,22% untuk kuartal pertama dan kedua tahun 2020. Dilansir dari Deloitte, sektor F&B berhasil pulih dengan cepat dari dampak COVID-19 selama beberapa waktu. Sejak pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada pertengahan Juni 2020, konsumen diperbolehkan untuk makan di restoran. Hal ini dibuktikan dengan melonjaknya kunjungan restoran di area Jakarta sebesar 35% dan 54% pada bulan Juli dan Agustus. Tren serupa juga dapat diamati di kota-kota besar lainnya di seluruh Indonesia.

Pada titik ini para pelaku bisnis F&B mungkin masih bisa bernapas lega, namun dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM yang dapat diperketat kapan saja, pelaku bisnis dihadapkan dengan persoalan baru. Dengan aktivitas makan di tempat yang dilarang, banyak bisnis restoran yang kesulitan untuk melanjutkan operasi dengan hanya mengandalkan takeaway dan pengiriman online. Mobilitas dari masyarakat semakin terbatas, yang mungkin menjadi salah satu penyebab konsumen ragu untuk melanjutkan pembelian.

Konsumen lebih menyadari pentingnya keamanan pangan, lebih teliti dengan bahan kemasan yang digunakan untuk layanan pengiriman makanan secara online, serta tumbuhnya kesadaran akan makanan sehat seperti makanan yang tidak diproses (unprocessed foods) atau makanan olahan dengan proses minimal (minimally processed foods).

Sukses menghadapi pandemi dapat tercapai jika Anda melihat permintaan konsumen, Anda dapat melakukan restruktur bisnis Anda mengikuti arah permintaan tersebut. Jika sebelumnya Anda mengandalkan dine in, kini Anda dapat mencoba menggunakan formula take away. Selain itu, ada beberapa keuntungan yang didapat dengan sistem ini.  Jika restoran Anda tidak menyediakan dine in, maka efisiensi dapat meningkat dan labor cost akan lebih rendah, makanan Anda juga dapat diterima lebih cepat oleh konsumen dengan bantuan jasa pengantaran. Dengan ini, Anda dapat mengurangi biaya sewa tempat. Model _take away _ memungkinkan modal inventaris yang harus Anda keluarkan menjadi lebih rendah. Terakhir, dari segi bahan makanan, pembusukan akan semakin jarang terjadi karena pesanan dapat dipenuhi dengan cepat. 

Integrasi teknologi digital dan industri makanan telah memasuki arus utama tahun lalu dan tetap menjadi tren yang menjanjikan. Mulai dari persiapan hingga pengantaran ke konsumen, Anda dapat menyederhanakan proses atau mengubahnya ke model yang lebih efisien agar sesuai dengan restoran Anda. Sebagai contoh, Anda dapat membeli bahan-bahan segar untuk restoran Anda tanpa repot dengan aplikasi DamoGO. Klik tautan ini untuk informasi lebih lanjut.

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menghadapi perubahan besar yang akan terus terjadi ini. Pertama, Anda harus mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk Anda. Penting bagi bisnis Anda bersiap untuk berbagai skenario yang berbeda. Pastikan kelangsungan bisnis Anda dengan tetap menjaga protokol kesehatan, sanitasi, dan keamanan pangan yang diprioritaskan di seluruh rantai pasokan dari produksi, persiapan, hingga pengiriman sampai konsumen.

Kedua, Anda perlu menemukan cara untuk menumbuhkan tingkat kepercayaan yang tinggi dengan konsumen melalui penggunaan strategi komunikasi dan metode lainnya untuk meyakinkan konsumen dan menunjukkan bahwa kebersihan dan keamanan pangan adalah yang prioritas utama bisnis Anda.

Terakhir, Anda juga harus tetap menanggapi perubahan dinamis dari industri dan berubahnya preferensi konsumen, termasuk konsumen yang semakin beralih ke opsi makanan yang lebih sehat dan ketergantungan konsumen pada e-commerce dan layanan pengiriman online. Sebagai contoh, Anda dapat memanfaatkan social media marketing untuk memasarkan produk Anda. Social media marketing untuk makanan mulai diminati karena jika dilakukan dengan strategi yang tepat dapat turut meningkatkan penghasilan Anda. Keuntungan yang didapatkan dari menerapkan social media marketing adalah dengan risiko yang cenderung rendah, ROI dapat dibilang tinggi sehingga memungkinkan bisnis Anda untuk mencapai kemajuan yang signifikan dalam waktu relatif singkat.

Dengan senantiasa adaptif dan terus meningkatkan kreativitas Anda dalam menjalankan bisnis, dalam jangka panjang, Anda mungkin mengembangkan model penawaran produk yang tepat. Pada akhirnya ini  akan memposisikan bisnis Anda untuk memenangkan lanskap industri yang semakin kompetitif.

Ikuti kami

InfoAboutCareersFAQ

Hubungi kami

Jalan Raya Tajem No 32, Maguwoharjo, Sleman, D.I. Yogyakarta, Indonesia 55281
cs@damogo.co+62 812 2600 4100

Download DamoGO app

Google play badgeApp store badge

© Copyright 2021 PT. Solusi Cerdas Nusantara. All Rights Reserved